Pena Malam..

Bersama Murabbiku yang banyak membimbingku..img_00071

Pena Malam..

Jam telah menunjukkan jarumnya pada angka 2.30 pagi. Namum mata ini belum lagi mahu tertutup. Entah apa yang difikirkan oleh kepala ini.. kadang-kadang rasa sunyi.. berada keseorangan dibilik hostel akasia.. adik-adik semua dah pulang kekampung kerana mereka akan menghadapi shot sem beberapa hari lagi.. peluang inilah digunakan untuk bertemu family untuk beberapa hari yang singkat..

Jari ini terasa gian nak memetik keyboard PC, tak tahu nak taip apa.. hati terasa sayu dan rindu kat ibu ayah di Kelantan.. mungkin mak ayah dah dibuai mimpi tika ini.. setelah letih mencari rezki disiang harinya.. kalau aku dikurniakan sayap seperti burung.. akan ku terbang di pagi ini pulang ke kampong.. jika aku dikurniakan kuasa ajaib yang dapat men’ghaib’kan diri.. pasti aku akan gunakan kuasa itu untuk pulang ke kampong.. dah lama tak melihat bilik usangku.. dah lama tidak melihat rak-rak bukuku.. harap-harap, semua didalam keadaan baik..

Saat ini aku terkenang pada kisah lalu.. betapa indahnya jika aku dapat kembali ke zaman kecilku.. dapat bersama kawan-kawan bermain guli, bermain lompat getah, bermain lastik burung, buat khemah dibelakang rumah sambil masak maggi denagn kayu hutan, mandi kat sungai, bersama kawan-kawan disekolah n banyak lagi kenangan-kenangan yang kembali didalam fikiranku disaat ini..  

Aku juga terkenang ketika aku disekolah menengah dulu, banyak kenangan pahat manis disana, teringat juga pada akhawat-akhawat yang aku minati, tapi aku tidak berani untuk luahkan perasaan kerana aku bukan anak orang kaya, tak mampu nak belanja awek makan or dating, lagipun aku seorang yang pemalau dengan akhawat tika remaja dahulu, akhawat pun tak berani nak dekati aku coz aku susah nak senyum pada akhawat..

Aku dah semakin dewasa, malam sunyi ini aku gunakan untuk aku bermuhasabah diriku dari dulu sampai sekarang, aku rasa sedih sangat pada malam ini.. aku tak dapat habiskan zikir pada Allah sebanyak 100 x, selawat kat nabi pun tak sampai 100 x, umat apakah aku ni.. macam mana nak syafaat Nabi SAW.. QURAN pun tak sampai 1 juzuk aku baca pada hari ini.. makin hari aku makin jauh denga Allah, makin melupai Rasulullah SAW, makin tak sedar dosa yang dilakukan.. aku makin lalai dengan exam yang aku hadapi sekarang sehingga aku lupa dengan exam Allah pada suatu hari nanti.. baynak masa dihabiskan untuk ulangkaji pelajaran daripada ualangkaji kalammullah.. rasa bersalah sangat-sangat.. tak tahu nak buat macam mana.. kalu ikutkan hati.. nak stop je belajar kat USIM.. nak tumpu kat dunia ubudiah dan itqan dengan kerja-kerja Islam..

Tapi.. menuntut ilmu itu satu jihad yang penting bagi umat Islam.. tak kan aku nak jahilkan diriku daripada menuntut ilmu.. sedangkan banyak ayat-ayat Quran dan Hadis-hadis Nabi yang menyeru umat Islam menuntut ilmu sebanyak mungkin untuk memartabatkan ISLAM dimuka bumi ini..

Didala hati ku ada satu perasaan.. perasaan ini makin berkobar-kobar bila berada saat sunyi begini.. perasaan itu namanya CINTA.. aku tak tahu apa makna cinta yang sebenarnya.. tap aku pernah membaca satu buku yang di tulis oleh seorang ulama yang mendefinisikan apa itu Cinta..

Imam Ibnu Qayyim mengatakan, “Tidak ada batasan cinta yang lebih jelas daripada kata cinta itu sendiri; memba-tasinya justru hanya akan menambah kabur dan kering maknanya. Maka ba-tasan dan penjelasan cinta tersebut tidak bisa dilukiskan hakikatnya secara jelas, kecuali dengan kata cinta itu sendiri.

Kebanyakan orang hanya membe-rikan penjelasan dalam hal sebab-musabab, konsekuensi, tanda-tanda, penguat-penguat dan buah dari cinta serta hukum-hukumnya. Maka batasan dan gambaran cinta yang mereka berikan berputar pada enam hal di atas walaupun masing-masing berbeda dalam pendefinisiannya, tergantung kepada pengetahuan,kedudukan, keadaan dan penguasaannya terhadap masalah ini. (Madarijus-Salikin 3/11).

Beberapa definisi cinta:

  • Kecenderungan seluruh hati yang terus-menerus (kepada yang dicintai).
  • Kesediaan hati menerima segala keinginan orang yang dicintainya.
  • Kecenderungan sepenuh hati untuk lebih mengutamakan dia daripada diri dan harta sendiri, seia sekata dengannya baik dengan sembunyi-sebunyi maupun terang-terangan, kemudian merasa bahwa kecintaan tersebut masih kurang.
  • Mengembaranya hati karena mencari yang dicintai sementara lisan senantiasa menyebut-nyebut namanya.
  • Menyibukkan diri untuk mengenang yang dicintainya dan menghinakan diri kepadanya.

PEMBAGIAN CINTA

  • Cinta ibadah
    Ialah kecintaan yang menyebabkan timbulnya perasaan hina kepadaNya dan mengagungkanNya serta bersema-ngatnya hati untuk menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala larangaNya.
    Cinta yang demikian merupakan pokok keimanan dan tauhid yang pelakunya akan mendapatkan keutamaan-keutamaan yang tidak terhingga.
    Jika ini semua diberikan kepada selain Allah maka dia terjerumus ke dalam cinta yang bermakna syirik, yaitu menyekutukan Allah dalam hal cinta.
  • Cinta karena Allah
    Seperti mencintai sesuatu yang dicintai Allah, baik berupa tempat tertentu, waktu tertentu, orang tertentu, amal perbuatan, ucapan dan yang semisalnya. Cinta yang demikian termasuk cinta dalam rangka mencintai Allah.
  • Cinta yang sesuai dengan tabi’at (manusiawi),
    yang termasuk ke dalam cintai jenis ini ialah:

    • Kasih-sayang, seperti kasih-sayangnya orang tua kepada anaknya dan sayangnya orang kepada fakir-miskin atau orang sakit.
    • Cinta yang bermakna segan dan hormat, namun tidak termasuk dalam jenis ibadah, seperti kecintaan seorang anak kepada orang tuanya, murid kepada pengajarnya atau syaikhnya, dan yang semisalnya.
    • Kecintaan (kesenangan) manusia kepada kebutuhan sehari-hari yang akan membahayakan dirinya kalau tidak dipenuhi, seperti kesenangannya kepada makanan, minuman, nikah, pakaian, persaudaraan serta persahabatan dan yang semisalnya.


Cinta-cinta yang demikian termasuk dalam kategori cinta yang manusiawi yang diperbolehkan. Jika kecintaanya tersebut membantunya untuk mencintai dan mentaati Allah maka kecintaan tersebut termasuk ketaatan kepada Allah, demikian pula sebaliknya.

KEUTAMAAN MENCINTAI ALLAH

  • Merupakan Pokok dan inti tauhid
    Berkata Syaikh Abdurrahman bin Nashir Al-Sa’dy, “Pokok tauhid dan inti-sarinya ialah ikhlas dan cinta kepada Allah semata. Dan itu merupakan pokok dalam peng- ilah-an dan penyembahan bahkan merupakan hakikat ibadah yang tidak akan sempurna tauhid seseorang kecuali dengan menyempurnakan kecintaan kepada Rabb-nya dan menye-rahkan seluruh unsur-unsur kecintaan kepada-Nya sehingga ia berhukum hanya kepada Allah dengan menjadikan kecintaan kepada hamba mengikuti kecintaan kepada Allah yang dengannya seorang hamba akan mendapatkan kebahagiaan dan ketenteraman. (Al-Qaulus Sadid,hal 110)
  • Merupakan kebutuhan yang sangat besar melebihi makan, minum, nikah dan sebagainya.
    Syaikhul Islam Ibnu Taymiyah berkata: “Didalam hati manusia ada rasa cinta terhadap sesuatu yang ia sembah dan ia ibadahi ,ini merupakan tonggak untuk tegak dan kokohnya hati seseorang serta baiknya jiwa mereka. Sebagaimana pula mereka juga memiliki rasa cinta terhadap apa yang ia makan, minum, menikah dan lain-lain yang dengan semua ini kehidupan menjadi baik dan lengkap.Dan kebutuhan manusia kepada penuhanan lebih besar daripada kebutuhan akan makan, karena jika manusia tidak makan maka hanya akan merusak jasmaninya, tetapi jika tidak mentuhankan sesuatu maka akan merusak jiwa/ruhnya. (Jami’ Ar-Rasail Ibnu Taymiyah 2/230)
  • Sebagai hiburan ketika tertimpa musibah
    Berkata Ibn Qayyim, “Sesungguh-nya orang yang mencintai sesuatu akan mendapatkan lezatnya cinta manakala yang ia cintai itu bisa membuat lupa dari musibah yang menimpanya. Ia tidak merasa bahwa itu semua adalah musibah, walau kebanyakan orang merasakannya sebagai musibah. Bahkan semakin menguatlah kecintaan itu sehingga ia semakin menikmati dan meresapi musibah yang ditimpakan oleh Dzat yang ia cintai. (Madarijus-Salikin 3/38).
  • Menghalangi dari perbuatan maksiat.
    Berkata Ibnu Qayyim (ketika menjelaskan tentang cinta kepada Allah): “Bahwa ia merupakan sebab yang paling kuat untuk bisa bersabar sehingga tidak menyelisihi dan bermaksiat kepada-Nya. Karena sesungguhnya seseorang pasti akan mentaati sesuatu yang dicintainya; dan setiap kali bertambah kekuatan cintanya maka itu berkonsekuensi lebih kuat untuk taat kepada-Nya, tidak me-nyelisihi dan bermaksiat kepada-Nya.Menyelisihi perintah Allah dan bermaksiat kepada-Nya hanyalah bersumber dari hati yang lemah rasa cintanya kepada Allah.Dan ada perbedaan antara orang yang tidak bermaksiat karena takut kepada tuannya dengan yang tidak bermaksiat karena mencintainya.

    Sampai pada ucapan beliau, “Maka seorang yang tulus dalam cintanya, ia akan merasa diawasi oleh yang dicintainya yang selalu menyertai hati dan raganya.Dan diantara tanda cinta yang tulus ialah ia merasa terus-menerus kehadiran kekasihnya yang mengawasi perbuatannya. (Thariqul Hijratain, hal 449-450)

  • Cinta kepada Allah akan menghilangkan perasaan was-was.
    Berkata Ibnu Qayyim, “Antara cinta dan perasaan was-was terdapat perbedaan dan pertentangan yang besar sebagaimana perbedaan antara ingat dan lalai, maka cinta yang menghujam di hati akan menghilangkan keragu-raguan terhadap yang dicintainya.
    Dan orang yang tulus cintanya dia akan terbebas dari perasaan was-was karena hatinya tersibukkan dengan kehadiran Dzat yang dicintainya tersebut. Dan tidaklah muncul perasaan was-was kecuali terhadap orang yang lalai dan berpaling dari dzikir kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala , dan tidaklah mungkin cinta kepada Allah bersatu dengan sikap was-was. (Madarijus-Salikin 3/38)
  • Merupakan kesempurnaan nikmat dan puncak kesenangan.
    Berkata Ibn Qayyim, “Adapun mencintai Rabb Subhannahu wa Ta’ala maka keadaannya tidaklah sama dengan keadaan mencin-tai selain-Nya karena tidak ada yang paling dicintai hati selain Pencipta dan Pengaturnya; Dialah sesembahannya yang diibadahi, Walinya, Rabb-nya, Pengaturnya, Pemberi rizkinya, yang mematikan dan menghidupkannya. Maka dengan mencintai Allah Subhannahu wa Ta’ala akan menenteramkan hati, menghidupkan ruh, kebaikan bagi jiwa menguatkan hati dan menyinari akal dan menyenangkan pandangan, dan menjadi kayalah batin. Maka tidak ada yang lebih nikmat dan lebih segalanya bagi hati yang bersih, bagi ruh yang baik dan bagi akal yang suci daripada mencintai Allah dan rindu untuk bertemu dengan-Nya.Kalau hati sudah merasakan manisnya cinta kepada Allah maka hal itu tidak akan terkalahkan dengan mencintai dan menyenangi selain-Nya. Dan setiap kali bertambah kecintaannya maka akan bertambah pula pengham-baan, ketundukan dan ketaatan kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala dan membebaskan diri dari penghambaan, ketundukan ketaatan kepada selain-Nya.”(Ighatsatul-Lahfan, hal 567)

ORANG-ORANG YANG DICINTAI ALLAH Subhannahu wa Ta’ala

Allah Subhannahu wa Ta’ala mencintai dan dicintai. Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman di dalam surat Al-Ma’idah: 54, yang artinya: “Maka Allah akan mendatangkan satu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai Allah.”

Mereka yang dicintai Allah Subhannahu wa Ta’ala :

  • Attawabun (orang-orang yang bertau-bat), Al-Mutathahhirun (suka bersuci), Al-Muttaqun (bertaqwa), Al-Muhsinun (suka berbuat baik) Shabirun (bersa-bar), Al-Mutawakkilun (bertawakal ke-pada Allah) Al-Muqsithun (berbuat adil).
  • Orang-orang yang berperang di jalan Allah dalam satu barisan seakan-akan mereka satu bangunan yang kokoh.
  • Orang yang berkasih-sayang, lembut kepada orang mukmin.
  • Orang yang menampakkan izzah/kehormatan diri kaum muslimin di hadapan orang-orang kafir.
  • Orang yang berjihad (bersungguh-sungguh) di jalan Allah.
  • Orang yang tidak takut dicela manusia karena beramal dengan sunnah.
  • Orang yang berusaha mendekatkan diri kepada Allah dengan ibadah sunnah setelah menyelesaikan ibadah wajib.

SEBAB-SEBAB UNTUK MENDAPATKAN CINTA ALLAH Subhannahu wa Ta’ala

  • Membaca Al-Qur’an dengan memikir-kan dan memahami maknanya.
  • Berusaha mendekatkan diri kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala dengan ibadah sunnah setelah menyelesaikan ibadah yang wajib.
  • Selalu mengingat Allah Subhannahu wa Ta’ala , baik de-ngan lisan, hati maupun dengan anggota badan dalam setiap keadaan.
  • Lebih mengutamakan untuk mencintai Allah Subhannahu wa Ta’ala daripada dirinya ketika hawa nafsunya menguasai dirinya.
  • Memahami dan mendalami dengan hati tentang nama dan sifat-sifat Allah.
  • Melihat kebaikan dan nikmatNya baik yang lahir maupun yang batin.
  • Merasakan kehinaan dan kerendahan hati di hadapan Allah.
  • Beribadah kepada Allah pada waktu sepertiga malam terakhir (di saat Allah turun ke langit dunia) untuk bermunajat kepadaNya, membaca Al-Qur’an , merenung dengan hati serta mempelajari adab dalam beribadah di hadapan Allah kemudian ditutup dengan istighfar dan taubat.
  • Duduk dengan orang-orang yang memiliki kecintaan yang tulus kepada Allah dari para ulama dan da’i, mendengar-kan dan mengambil nasihat mereka serta tidak berbicara kecuali pembica-raan yang baik.
  • Menjauhi/menghilangkan hal-hal yang menghalangi hati dari mengingat Allah Subhannahu wa Ta’ala .

(Disadur dari kalimat mutanawwi’ah fi abwab mutafarriqah karya Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd oleh Abu Muhammad).

 

Selepas aku membaca banyak-banyak buku tentang cinta.. barulah aku memahami apa iti makna cinta yang sebenarnya.. aku juga ada tertarik pada seorang akhawat.. tapi hanya sekadar tertarik jelah.. aku bukan jenis yang suka berterus terang.. biarlah Allah yang aku cintai menentukan jodoh pertemuanku.. aku akan redha dengan segala ketentuan Allah..

Aku rasa dah sampai masanya untuk aku mati sementara.. mataku dah kuyu..  jika aku masih bernyawa esok.. kan ku teruskan perjuangan hidup ini.. perjuangan yang tidak akan selesai sehingga bertemu jasad dengan tanah.. diabadikan didalam sebuah lubang yang kecil.. ditemani kala dan jengking.. dihiasai dengan dua batu peringatan.. diharumi dengan taburan kemboja.. mendengar gersikan sunyi tanah perkuburan.. angin sempoi bahasa meniup daun-daun kering.. penuh kesunyian seperti sunyinya diriku diasaat ini.. semoga aku lulus didalam imtihan bersama subjek mungkar dan nakir.. SALAM MUHASABAH..

Alfaqir wal Haqir ILLALLAH..

Shamsul Anuar Ahmad

~ oleh ANUAR AHMAD di April 28, 2009.

2 Respons to “Pena Malam..”

  1. assalamualikum
    sokongan dari saya untuk saudara kerana saudara masih aktif bergiat dalam membimbing pelajar2 yang sangat perlukan motivasi dan bimbingan..
    moga program ini diteruskan dari semasa ke semasa..
    saudara tidak perlu sedih dengan kesusahan hidup dan apa yang menimpa ke atas ibu yang disayangi..
    ini kerana masih ramai lagi di luar sana yang lebih susah dan kadang kesusahan mereka ditambah lagi tohmahan masyarakat luar..
    mungkin ada hikamah disebalik apa yang terjadi..
    saya doakan semoga saudara akan menjadi pemimpin yang disegani suatu hari nanti..
    teruskanlah niat saudara untuk menuntut ilmu sehingga peringakat master sepertimana yang saudara hajati…
    jika ada rezeki teruskanlah ambil phd..

  2. banyak input.very nice writing.suka bace blog ini.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: